Rommy: Yang Dimaksud HRS Bukan PPP

0
107
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy (Rommy). (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Dalam Aksi 212 yang berlangsung Minggu (2/12/2018) kemarin, Habib Rizieq Shihab (RHS) sempat menyebut untuk tidak memilih Caleg dari partai penista agama.

Menurut Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy partai penista agama yang disebut HRS itu bukan termasuk PPP. Karena jika ukuran ‘partai penista agama’ adalah pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta pada 2016 dan 2017 lalu, Rommy menegaskan bahwa PPP tidak mendukung Ahok saat itu.

“Yang disampaikan HRS sama sekali tidak dimaksudkan untuk PPP, karena pada Pilkada DKI 2016-17, kami tidak mengusung Ahok. Sebaiknya ditanyakan, partai mana yang dimaksudkan HRS,” kata Rommy.

Selain tak mendukung Ahok, PPP selama ini menurut Rommy berada di garda terdepan mewujudkan UU atau Perda bernuasa agama (syariah) dan alokasi anggaran untuk umat.

“Perjuangan PPP menegakkan UU atau Perda bernuasa Islam sudah dilakukan sejak partai ini didirikan para ulama pada 1973 lalu dan terus berlangsung hingga saat ini,” kata Rommy.

Rommy mencontohkan, saat baru berdiri, PPP sudah menginsiasi UU Perkawinan dan UU Penertiban Perjudian pada 1974. Di masa reformasi, ada UU Pengelolaan Zakat yang berhasil di perjuangkan PPP. Begitu juga dengan UU anti Pornografi di saat banyak partai yang tidak menyetujuinya.

PPP sejak 2013 juga menginsiasi lahirnya RUU Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan. Dan saat ini memimpin Pansus RUU Anti Miras. Di politik anggaran, PPP juga yang mendorong naiknya honor penyuluh agama sebesar 100% dan tunjangan untuk para guru di lingkungan Kementerian Agama.

“Bagi PPP sebagai partai Islam, memperjuangkan tegaknya Islam secara konstitusional merupakan farduh kifayah,” tambah Rommy. (alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here