Hari Kesaktian Pancasila Momentum Perbaiki Bangsa

0
206
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pengasuh dan santri di Pondok Pesantren AL-Hamdulillah Kemadu, Sulang, Rembang. (Foto: HM/Alf)

REMBANG – Ketua Fraksi PPP MPR RI Arwani Thomafi menyatakan, Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan momentum untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia di era globalisasi sekarang ini, terutama bagi para generasi pemuda.

“Ini merupakan salah satu waktu yang tepat bagi generasi pemuda untuk merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila,” kata Arwani dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantrean Al-Hamdulillah di Rembang, Sabtu (6/10/2018).

Menurut dia, nilai-nilai dan kesaktian Pancasila harus dimaknai sebagai sumber kekuatan dan energi untuk membangun kembali jati diri bangsa. Salah satunya yakni dengan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Lebih lanjut, Arwani menjelaskan, bahwa arus globalisasi telah menyebar di seluruh belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Globalisasi dinilai memberikan dampak yang bersifat positif maupun negatif pada semua bidang kehidupan manusia.

“Secara garis besar, globalisasi menstimulus perkembangan dan penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga proses penyebaran informasi menjadi semakin efektif dan efisien akibat adanya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Sementara di Indonesia sendiri, kemajuan itu dipandang sangat mendukung kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun, dia mengingatkan beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni transformasi pada perubahan pola pikir dan perilaku pada generasi muda.

“Dewasa ini, remaja cenderung mengikuti budaya barat yang mereka lihat di beragam media komunikasi dan beranggapan bahwa budaya tersebut terlihat lebih baik sehingga menilai kebudayaan asli Indonesia telah ketinggalan zaman,” ujarnya.

Lebih parahnya lagi, budaya barat yang negatif sering diinstitusionalisasikan oleh pemuda menjadi sesuatu yang wajar dan modern, sehingga dianggap sebagai sesuatu yang pantas dilakukan di zaman sekarang ini. “Padahal tak semua dari anggapan itu benar,” pungkasnya. (alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here