Panglima Ini Akan Maju pada Pemilu 2019

0
8935
Panglima Besar Front Pembela Rakyat (FPR), Nugroho Prasetyo saat menyatakan akan maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2019 di Bakoel Coffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (19/6). (Foto: Id)

JAKARTA — Panglima Besar Front Pembela Rakyat (FPR), Nugroho Prasetyo mendeklarasikan diri akan maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2019 mendatang. Menurut dia, dirinya tidak main-main dalam pencalonan dirinya karena sudah memiliki gagasan besar untuk membangun bangsa, sehingga tidak dikuasai pihak asing.

“Saya akan maju dalam Pilpres 2019, kebetulan saya pendiri partai rakyat, tapi tidak lolos (Verifikasi Faktual). Sekarang ada satu partai akan memberi tiket untuk maju sebagai Capres untuk maju manakala president treshold tidak 20 persen tapi 0 persen,” ujar Nugroho saat konfetensi pers di Jakarta, Selasa (19/6)

Untuk memenuhi keinginnya, Nugroho dan kader FPR akan mengajukan gugatan terlebih dahulu kepada Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (21/6) mendatang terkait presidential threshold 20 persen tersebut. Dengan gugatan itu, dia berharap bisa bertarung di Pemilu mendatang.

Jika pencalonannya berjalan mulus, dia juga akan mengajak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab untuk bergabung menumbangkan rezim yang berkuasa saat ini. “Di Indonesia ini ada FPI, sekarang sudah ada FPR. Sekarang saya lagi membayangkan kalau FPI gabung dengan FPR jadi apa ya, mungkin gelombangnya akan besar,” ucapnya.

Nugroho akan mendeklarasikan dirinya secara resmi di Tuban pada 6 Juli mendatang dengan menghadirkan sekitar 2.000 kader FPR. Nugroho mengaku kenal dengan Rizieq dan menghormati Rizieq sebagai pimpinan Ormas Islam. “Saya menghormati beliau, beliau kenal saya. Saya sedang mencari waktu senggang untuk silaturrahmi halal bi halal ke Arab Saudi,” ucap Nugroho.

Nugroho mengatakan, seandainya dirinya menjadi presiden maka dirinya pasti akan menyelesaikan beberapa kasus hukum yang menjerat Rizieq. Karena, menurut dia, ulama merupakan salah satu pilar kebangsaan untuk bisa membangun stabilitas negara.

“Kalau saya jadi Presiden saya ampuni itu kesalahan Rizieq. Karena dia bagian dari eksponen bangsa. Jadi kelompok Islam masih dibutuhkan oleh bngsa ini untuk melewati masa depannya,” kata Nugroho. (Id).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here