Perbedaan Pilihan Politik Jangan Merusak Kerukunan dan Persatuan

0
181
Anggotra MPR RI Arwani Thomafi dalam Seminar MPR RI di Hotel Merdeka, Pati, Jawa Tengah. (Foto: HM/Alf)

PATI – Tidak lama lagi masyarakat Indonesia akan menyelenggarakan pemilu serentak pada 2019 yang akan datang. Untuk pertama kalinya, masyarakat nantinya akan memilih wakil rakyat serta presiden dan wakil presiden dalam waktu yang bersamaan.

Seperti dalam pemilu-pemilu sebelumnya, perbedaan pilihan politik kerap menjadi masalah yang serius dan rentan terjadi gesekan di antara masing-masing pendukung. Karena itu, anggota MPR RI Arwani Thomafi meminta masyarakat agar tetap menjaga kerukunan dan persatuan.

“Perbedaan pilihan dalam pemilu memang sangat rentan terjadi gesengan, karena masing-masing pendukung saling menonjolkan pilihannya. Jangan sampai merusak kerukunan dan persatuan,” kata Arwani dalam Seminar MPR RI di Hotel Merdeka, Pati, Minggu (8/4/2018).

Kegiatan bertajuk “Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 Sebagai Implementasi Pelaksanaan Sistem Demokrasi Pancasila” digelar MPR bekerjasama dengan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Pati. Hadir Pembina PMII Uwanhas, Muslihan, selaku narasumber.

Menurut Arwani, perbedaan pilihan politik dalam pemilu kerap memunculkan ketegangan dan tindakan intimidasi di antara para pendukung. Situasi seperti itu tidak hanya terjadi dalam kehidupan nyata sehari-hari, tapi bisa juga terjadi dalam dunia maya internet.

Namun demikian, setiap pemilih dijamin haknya dalam undang-undang, sehingga di antara pemilih tidak bisa memaksakan pilihannya kepada pemilih lainnya. Arwani meyakini masyarakat Indonesia sudah cukup dewasa menghadapi perbedaan pilihan dalam pemilu.

“Indonesia sudah pernah melaksanakan beberapa kali pemilu sejak merdeka. Hal itu diharapkan dapat menjadi pengalaman untuk pelaksanaan pemilu berkualitas, dimana setiap warga negara dapat menghargai adanya perbedaan pilihan,” pungkasnya. (alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here