IPNU Desak Fadli Zon Minta Maaf ke Kiai Ma’ruf

1
10256
Waketum PP IPNU Ramli Syamsudin. (Foto: HM/Alf)

JAKARTA – Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon terkait Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Ma’ruf Amin menuai reaksi banyak pihak. Sebagai politikus, Fadli Zon dipandang tidak memiliki etika dan sopan santun.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Muhammad Ramli Syamsuddin menilai, pernyataan Fadli Zon tentang Kiai Ma’ruf sangat tidak pantas. Apalagi dalam kapasitas dirinya sebagai Wakil Ketua DPR.

Karena itu, Ramli mendesak Fadli Zon untuk secepatnya meminta maaf kepada Kiai Ma’ruf Amin terkait ucapanya yang dianggap ngawur dan tidak didasari dengan pengetahuan yang cukup tersebut.

“Fadli Zon harus minta maaf kepada syaikhuna KH. Ma’ruf Amin, sangat tidak pantas menilai dan mengatakan tidak paham politik. Padahal, beliau pernah menduduki beberapa jabatan,” kata Ramli lewat siaran pers, Sabtu (7/4/2018).

Menurut Ramli mengungkapkan Kiai Ma’ruf pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Golongan Islam DPRD DKI, Anggota MPR RI, Ketua Komisi VI DPR RI, anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 2007 hingga 2010, serta Rais Amm PBNU 2015-2020.

“Ini menjadi bukti bahwa beliau (Kiai Ma’ruf) paham betul kondisi perpolitikan Indonesia. Salah besar jika Fadli Zon bilang Kiai Ma’ruf tak paham politik,” jelasnya.

Menurut Ramli, menyampaikan kritik dan perbedaan adalah hak setiap orang. Hal itu dikatakan sah dan dilindungi konstitusi. Namun, harus tetap berdasarkan etika, norma sosial, serta nilai-nilai agama.

“Kalau bicara dan mengkritik harus memilih kata-kata yang baik dan sopan sesuai dengan adat dan budaya ketimuran kita. Jabatan anda Wakil Pimpinan DPR dan pejabat publik tentu diharapkan jadi contoh dan teladan bagi masyarakat,” ujar Ramli.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi pernyataan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin yang meminta Ketua Umum Prabowo Subianto menunjuk elite politik yang dimaksud sebagai maling dan penipu.

Menurutnya, pernyataan itu merupakan bentuk ketidakpahaman terhadap politik. Pernyataan Prabowo menurutnya tidak perlu sampai menunjukkan elite yang dimaksud. (alf)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here