Harga Minyak Naik, Pemerintah Ajukan Perubahan APBN 2017

0
438
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (30/5). (Foto: Humas/Deni)

JAKARTA – Pemerintah akan mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun Anggaran 2017. Rancangan ini disiapkan karena adanya perubahan target penerimaan dalam APBN 2017 akibat naiknya harga minyak tahun ini.

“Perubahan yang cukup besar yang mengubah dari sisi pendapatan negara adalah dari sisi harga minyak yang rata-ratanya sampai saat ini sudah mencapai 50 dollar per barel dari harga minyak. Asumsi di APBN adalah 45 dollar per barel,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (30/5/2017.

Perubahan itu juga disiapkan setelah pemerintah melihat evaluasi sesudah tax amnesty dan proyeksi dari penerimaan perpajakan. Menurut Menkeu, untuk tahun ini diperkirakan masih akan ada beberapa tekanan dari sisi penerimaan.

“Tidak setinggi seperti yang dibayangkan pada saat menyusun APBN, dimana pertumbuhan pajaknya berdasarkan APBN 2017, dan dengan penerimaan tahun 2016, itu asumsinya ada pertumbuhan 16 persen. Kita memperkirakan mungkin akan sekitar hanya 13 persen,” jelas Sri Mulyani.

Dengan adanya penurunan lebih sedikit, jelas Menkeu, maka secara total APBN 2017 ini akan ada kenaikan penerimaan dari tambahan harga minyak, namun ada sedikit penurunan dari penerimaan pajak. “Secara total mungkin ada net sekitar Rp15 triliun,” ujarnya.

Namun Menkeu memperkirakan, pertumbuhan ekonomi mungkin akan membaik meskipun masih harus hati-hati melihat pada kuartal kedua dan ketiga. Outlook-nya bisa mencapai 5,3 meskipun tetap antara 5,1 sampai 5,3, dengan kuartal pertama sekitar 5,01.

“Maka untuk bisa mencapai 5,3 kita harus tumbuh lebih tinggi pada kuartal dua, tiga, dan empat, yaitu sekitar 5,4%. Ini adalah sesuatu yang tantangan yang tidak mudah,” terangnya. (es/alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here