Wasekjen Golkar Bantaeng Minta Kepastian Pengoperasian Smelter

0
529

BANTAENG – Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh 1 Mei 2017, Wakil Sekjen (Wasekjen) Partai Golkar Kabupaten Bantaeng Jabal Nur meminta kepastian pengoperasian Smelter di wilayah setempat, yang semula ditargetkan beroperasi pada Februari 2017.

Bakal calon bupati Bantaeng di Pilkada 2018 itu juga meminta kepada pihak terkait agar segera memberikan kepastian jumlah pekerja atau buruh yang dibutuhkan jika nantinya pengolahan hasil tambang tersebut beroperasi.

“Termasuk apakah semua hak-hak buruh sudah siap dipenuhi bila pabrik smelter dan kawasan industri Bantaeng itu beroperasi,” kata Jabal melalui berita release yang diterima Haluan Merdeka, Senin (1/5/2017).

Menurut Jabal, Pemerintah Kabupaten Bantaeng mestinya membuat data base buruh di Bantaeng. Apalagi, kabupaten ini di branding sebagai kawasan industri. “Jadi perlu data base buruh sehingga pemerintah dapat memastikan kesejahteraan buruh dengan data base yang lengkap,” ujarnya.

Jabal yang juga Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bantaeng juga berharap agar pemerintah setempat mengantisipasi dinamika sosial apabila dua pabrik smelter di Bantaeng sudah beroperasi.

“Jadi, kepastian operasi smelter ini diperlukan agar masyarakat juga tidak diberi kabar burung terus akan beroperasinya pabrik smelter di Kabupaten Bantaeng,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan, dua smelter senilai Rp6,4 triliun yang berada di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan akan segera beroperasi, tepatnya pada Februari 2017. Namun hingga kini smelter tersebut tak kunjung beroperasi.

Dua smelter di Bantaeng itu dibangun oleh dua investor berbeda, yaitu PT Titan Mineral Utama (TMU) dengan investasi mencapai Rp4,7 triliun, dan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNAI) dengan nilai investasi Rp1,7 triliun. (alf)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here